PEREMPUAN SOSIALIS - INDUSTRIALISASI
MAMPU KAH ada kekuatan lain ke Tiga antara Individualisme dengan Sosialisme ? Mungkin Perempuan (Kaum) ? Lalu, “kaum” yang Perempuan suatu Kelas ? Tidak. Maksud, kaum belum tentu Kelas
Banyak Pemikir “Kiri” menyatakan Politik yang Sama
“HAK” Perempuan, yang didapatkan Sebab ‘Melahirkan’, tidak menjadi Kewajiban. Karena, Anak Manusia yang Lahir telah memperoleh Sosial Hak di suatu Negara. Berkewajiban lah Pemerintahan untuk Kebutuhannya
1. Perempuan adalah ‘Ibu’
a. Melahirkan (Manusiawi)
b. Mengasihi, menyayangi (= mendidik)
c. Memberi makan
2. Perempuan, Kehidupan, Industrialisasi
a. Tenaganya
b. Ber HAK = Penghidupan, Penghasilan, Pemukiman
c. Pertanian
3. Perempuan di suatu “Negara”
a. Rakyat
b. Terpilih, mewakili Rakyat = Bernegara
c. Keluarga
Ini lah, Sosialisme. Menuju Kekuasaan Rakyat “Miskin”
Tradisionalisasi (Wilayah, Daerah) pun Utopia ke Politik Materialisme, diterjemahkan dalam Kemampuan kemampuan Menyelenggarakan = Berbuat melaksanakan Kenegaraan. Menjadi Pemimpin dan Anggota Parlemen Nasional. Rangkaian Program, yang diajukan Bertujuan Tidak Individualisme Ekonomik. Karena, Perempuan melahirkan. Sosial Hubungan Kekuasaan dengan Produksi
Politisasi dalam kaum berujud Hak Sosialistis (Baca, Kepentingan jadi Politik) ke Kelas. Terbentuk, menganuti Kuasa (Kepemilikan) Rakyat
Apakah Thematika Penulisan ini Dialektis ? Mungkin lah, atau Tidak. Bagaimana kah Keadaan Politik Perempuan Sosialis kini
Terlihat dalam Industrialisasi Ekonomi, yang berlangsung. Ketika Individualisme, mana kah Perbuatan yang Sosial Perempuan (Haknya), walaupun Konstitusif atas Pasal pasal Perempuan yang Manusia, memuatkan
1. Bentukan bentukan Kelas = Demokrasi ke Tujuannya
2. Sosial ke Negara Ekonomi
a. Hak atas Produksi
b. Ekonomi = Keputusan Politik
c. Sistim (= Pakai) Keuangan
3. Penyekatan (Massa) oleh Perempuan atas Ekonomisasi Birokratisme Feodalist
Perempuan (Muda), atau Ibu “yang Beranak” memasuki Kelas Sosialis (sekali lagi, Sosialis), karena didasarkan Tenaga (= Buruh), yang menyelenggarakan Pemenuhan Kebutuhan kebutuhan (Pangan, Sandang, Barang) Masyarakat. Mematuhi Aturan aturan Sosialnya
1. Kemanusiaannya. Hak Azasi
2. Sosial = Tenaganya (Hak)
3. Hak atas Produksi
<Jeda
Perekonomian Liberalisme tidak akan pernah mampu “Membuatkan” Hak Seorang Perempuan mempertahankan Kemanusiaannya. Manusia Perempuan pun bukan lah Rasialistik. Sebab, Kekuasaan Rakyat melalui Badani Ibunya (Lahir)
<Tutup
SELESAI