Saturday, January 20, 2007

NEGARA SOSIAL - ISME

NEGARA SOSIAL – ISME
 (Tulisan Pembebasan di Indonesia)  

PENERAPAN Sosialisme di Suatu Negara, berbeda beda. Tanpa ketergantungan dari Mazhab mazhab. Menuju Kemakmuran Rakyat Miskin Berkuasa. Dengan membentuk Pemerintahan Demokratik – Kenegaraan.

 

Sedangkan di Indonesia mungkin dilaksanakan

 

1.                  Dalam suatu Ekonomisasi – Keuangan (Negara kah) ;

 

2.                  Dengan Revolusi :

 

-         Revolusi Sosial ;

-         Revolisi Industri Nasional ;

-         Revolusi Budaya (= Pembahasaan) ;

 

3.                  Politik memper Baru kan Negara ;

 

Keadaan Tanah dan Air Indonesia di suatu wilayah wilayah menjadi ukuran ukuran Kemakmuran, terlaksanakan dalam suatu Kekuasaan Rakyat Yang Miskin Bernegara di mana pun.

 

1.               Tempat Pemukiman Masyarakat Tanpa (pertentangan) Kelas kelas. Dalam Sosialisme – Perekonomian untuk mensejahterakan Penduduk di Daerah daerah.

 

2.                Pertanian. Mengolah lahan lahan Tanam di atas Tanah Rakyat Miskin.

 

3.                Sumber sumber Alam ;

 

Rasionalisasi Kenegaraan untuk Perindustrian Nasional. Menyalurkan hasil produksi barang dibutuhkan suatu Masyarakat, yang Beradab  dan Kebangsaan di antara Bangsa bangsa.

 

Hak hak Kerakyatan dalam Demokratisasi Kenegaraan, yang dibentuk dalam Parlemen juga melalui Ekonomisasi – Politis Keuangan berdasarkan Sosialisme jua. Misal. Penghapusan Hak hak Individualistik dalam Ekonomi dan Perbankan Kapitalis (Modal) !

 Lalu, mengapa Bahasa ?  Revolusi Budaya (= Pembahasaan) 

Karena, sedang menerapkan, yang terpikirkan. Bagaimana kah Kemakmuran untuk Masyarakat di Daerah daerah ? Dengan multi – Dasar Budaya dalam perilaku ajeg. Beraneka bahasa mempolitisasi jadi Kenegaraan – Sosial.

 

-         Bentuk Tulisan dan Percakapan dalam Kemasyarakatan ;

 

-         Ungkapan Rasionalitas Kejiwaan – Batini Falsafati ;

 

-         a. Pemahaman Sosialisme ;

b. Ideologi

c. Peradaban Suatu Kebangsaan ;

 

-         Ilmu Pengetahuan Teknologik – Sosial ;

 

-         Pemahaman Sosialisme Kenegaraan dan (di) Daerah daerah ;

 

Kemampuan kemampuan Mata Uang (Rupiah) mengadakan Privatisasi (bahasa) Ekonomik, berdasarkan Transaksi  Keuangan Negara dalam Perdagangan Internasional, dan terjaminkan (Emas). Tampak lah Hak hak Sosial – Kenegaran.

 

 

 Selesai.

 

 

 

Jakarta, 15 Januari 2007.

   

 

      

 

Posted by Front PERGERAKAN RAKYAT DAERAH at 20:14:11 | Permalink | Comments (3)

SOSIALISME - REVOLUSI

MENGANUTI


SOSIALISME UNTUK SUATU REVOLUSI Tulisan Para Pembebas  

 

 

SUATU POLITIK DARI Penganuti Sosialisme tetap menghancurkan, yang dinamakan   P e r l a w a n a n   dengan serangan serangan langsung, berjumlah banyak, meningkat secara kwalitas – mutu.

 

1.                  Duel antara Figur figur di Pertarungan Kekuasaan ;

2.                  Aksi aksi Massa ;

3.                  Kegiatan kegiatan Politik Sosialis dan atau Kepartaian

4.                  Penyerangan ;  

5.                  Pergerakan kelompok kelompok ;

6.                  Teror Pembalasan Dendam ;

7.                  Pelatihan Agen agen untuk Revolusi ; dan

8.                  Perang, Bertempur (dengan Pasukan pasukan) ;

Dll..

 Sasaran sasaran memang ditentukan dalam suatu Proses. Lama. Tidak salah pilih. Diplomasi, berunding untuk ……. Menghitamkan !  Suatu Warna, yang dianggap Pensucian dalam Kesengsaraan, Penderitaan dan Kesakitan selama mengalami penindasan, tekanan tekanan berat, penghinaan. Berkibar ……. Tidak satu pun akan terlihat !?!   K e g e l a p a n   !!!

 

Agen agen Revolusi 

 

Revolusi tidak peduli waktu lagi. Dibutuhkan hanya lah Para Revolusioner dengan Agen agen Revolusi, tersebar. Untuk mengawal ke Kemenangan. Pendirian Suatu Sosialisme – Negara.

 

Jaringan jaringan Ajaran membentuk Kesamaan dalam Tujuan Para Pejuang untuk Bebas dalam Persaudaraan, bermasyarakat Tanpa (Pertentangan) Kelas kelas lagi. Didasarkan atas Satu Kekuasaan Rakyat Miskin.

 

Beberapa perubahan awal, diperbuat Para Agen (Sosialis)

1.                  Membentuk Kelompok kelompok Kemasyarakatan Sosialisme :

2.                  Militerisme yang disekat dari Kekuasaan di Negara ;

3.                  Mengendalikan Keuangan – Laba Perdagangan Hasil Industri ;

 

Pembagian Kerja Perjuangan 

 

Kerja masyarakat Sosialis bermula dari suatu Kemauan Diri anggota anggota untuk mengumpulkan penyediaan makanan dan kebutuhan kebutuhan lain, yang terbagikan dalam perhitungan rasional.

 

Ketika suatu Kekuasaan akan materialisme mulai merusakkan Kebersamaan antar sesama, terjadi lah Kedirian berkuasa atas Diri lain, membentuk Penguasaan atas Masyarakat Sosialisme …….

 

Maka, Revolusi pun suatu Pilihan dalam Politik ! Untuk membentuk Sosialisme – Negara. Dipersiapkan Kepemimpinan membagikan Kerja Yang Baru. Untuk mengadakan Revolusi … !!! Dalam suatu usaha usaha Politis – Revolusioner kini.

 

Buruh dan Kaum Pekerja Pabrik, Petani di Daerah daerah, dan Kaum Hina di Kota kota Moderen, bergabung dalam Kerja Perjuangan. Seruan Ayah – Ibu Penganuti Sosialisme panggil Mereka Yang Muda. Maju di garis garis Terdepan dengan onggokan onggokan Tubuh jangan menghambakan untuk Kekuasaan Perseorangan. Bersifat sementara akan habis terlindas Revolusi ! Nyalakan Api Revolusi Kobar …

 

 

Menuju Sosialisme untuk Kerakyatan di Negara 

 

Kita Yang Kiri tidak pernah memberontak atau jadi Pemberontak ! Pendirian suatu Negara karena ada Rakyat untuk Berkuasa. Bebas Penindasan atas Masyarakat, yang bermukim di daerah daerah (Negara).

 

Capai Kemakmuran sampai Terpenuhi Pangan, Sandang, Papan. Dijadikan salah satu alasan Sikap Revolusi menolak Iming iming Surgawia bekerja untuk Para Kapitalis, Borjuis, Feodalis  Yang Imperialistik – Liberalis – Kapitalis.

 

Suatu Pasar tidak untuk Perlabaan Modal – Uang, berfungsi dalam menyalurkan barang barang di

Masyarakat yang sesuai kebutuhan kebutuhan.  Untuk pemakaian transaksi Keuangan Negara. 

Misal Bagaimana kah Pertanian menjadi ukuran ukuran Kemakmuran Rakyat andaikan suatu keperluan barang semasa Bertanam padi dijadikan materialisasi Keuangan – Modal melalui Industri Penghasil alat alat Pertanian ?

 

Jelas ini suatu kegiatan kegiatan untuk Kekuasaan Bukan Kerakyatan kini. Melalui Politisasi Ekonomi – Keuangan atas nama Negara. Ketika hasil Pertanian pun diperjual belikan jaminan Perbankan di suatu Pasar !

 

           

Air mata ini menjadi Api !!! Sungguh Nyata Rakyat memang Miskin. Kita menuju Sosialisme ………

 

 

Selesai. 

Jakarta, Januari 2006.

 

 

  

 

   

 

  

           

   

             

  

Posted by Front PERGERAKAN RAKYAT DAERAH at 19:47:18 | Permalink | Comments (4)

Sunday, January 14, 2007

Penghapusan Hak hak Kepemilikan Atas Tanah (Marx, Karl - 1869)

Sekalipun tidak bermaksud mendiskusikan di sini semua argumen yang dikedepankan oleh para pembela hak-pemilikan partikelir atas tanah-para ahli-hukum, -filsafat, dan -ekonomi-politik-pertama-tama akan kita nyatakan bahwa mereka menyamarkan kenyataan sebenarnya tentang penaklukan dengan jubah hak-alamiah. Jika penaklukan (perebutan) merupakan suatu hak alamiah di pihak (orang-orang) yang sedikit jumlahnya, maka yang banyak hanya perlu mengumpulkan kekuatan secukupnya untuk memperoleh hak alamiah merebut kembali yang telah dirampas dari pihak mereka. Dalam perjalanan sejarah, para penakluk itu berusaha memberikan semacam sanksi sosial pada hak asli mereka yang mereka dapatkan melalui kekerasan kasat mata, melalui alat-alat hukum yang mereka paksakan. Pada akhirnya datanglah filsuf yang menyatakan hukum-hukum itu mengimplikasikan persetujuan universal dari masyarakat. Seandainya memang benar hak-pemilikan tanah secara perseorangan itu berdasarkan persetujuan universal seperti itu, maka kita menegaskan bahwa perkembangan ekonomi masyarakat, peningkatan jumlah dan konsentrasi rakyat, keharusan akan kerja kolektif dan terorganisasinya pertanian maupun mesin-mesin dan penemuan-penemuan serupa, menjadikan nasionalisasi atas tanah suatu keharusan sosial, yang terhadapnya tidak akan mempan segala macam omongan tentang hak-hak pemilikan.

Posted by Front PERGERAKAN RAKYAT DAERAH at 16:41:48 | Permalink | Comments (2)

Monday, January 8, 2007

AWAL REVOLUSI SOSIAL

“AWAL REVOLUSI” SOSIAL


MENUJU

KENEGARAAN SOSIALISME

( Tulisan Para Pembebas Rakyat di Indonesia )

 

Pengantar

 

KAUM Merah – Kiri, yang telah dimulai karena Sosialisme dengan Pemahaman Kebersamaan dalam Proses Kemiskinan – Proletariat, menjadi Kekuatan Perombakan Keadaan Masyarakat secara Politisasi Ekonomi Sosial – Kemasyarakatan.

  

1.                  Melaksanakan Perekonomian Sosialisme ;

 

2.                  Mendirikan suatu Negara “Baru”.

 

          3.                 Menghapus Kelas kelas di Masyarakat ; Sosialisme Politik ini akan merangsang Suatu Kehendak Rakyat dalam bentuk bentuk “Perjuangan” Suatu Hak Kemasyarakatan – dalam sekumpulan orang orang– untuk mencapai Kemakmuran Tanpa (Pertentangan) Kelas kelas. 

- Mengendalikan Keuangan Struktur – Perlabaan dalam Perdagangan ;

 

- Memutuskan saluran saluran Bahan bahan Baku Sumber Alam ;

 

       - Mempersiapkan Ekonomisasi Perbankan untuk Pertanian Masyarakat ; 

 

Perlawanan tetap sesuai Ajaran Kerakyatan. Mengerahkan kekuatan kekuatan Demokratik didukung Kaum Sosial – Buruh, Petani, Kaum Yang Muda (Kepartaian) – Revolusioner. Dalam perhitungan non - waktu.

 

Revolusi Sosial memang ditujukan  untuk merubah dengan  Suatu Politik Massa – Rakyat terhadap Ekonomisasi Sosial – Kenegaraan, agar menjadi Negara Baru Sosialisme. 

 

          Tidak lah mungkin Sosialisme akan berhasil diterapkan di suatu Negara dalam Kekuasaan Liberalis Borjuis Feodalis, Kapitalis, Militerisme – Imperialis. Dengan kehancuran Pertanian Kerakyatan di Daerah daerah. Mereka, yang telah berkuasa itu Menindas, menyengsarakan, menghina Rakyat, DIHANCURKAN… ! Dengan Kemampuan kemampuan Revolisoner Kita. Sehingga Rakyat Miskin pun menjadi Berkuasa.

 

Bangun jaringan jaringan Sosial – Kenegaraan “Yang Baru” ! Sesuai Kerakyatan Demokratik – Sosialisme. Sebar Pemahaman Revolusi Sosial, yang Bersama Rakyat di Daerah daerah dalam Militansi Kaum Yang Muda. Kekuatan kekuatan Aksi menjadi Tumpuan, yang diarahkan dalam Politisasi Kenegaraan. Mempertahankan sekali-gus Pergantian Cepat. MERUBAH ! Untuk “membarukan” Negara. 

 

MENGEMBALIKAN

SUATU KEKUASAAN DARI RAKYATDI - INDONESIA

           

Persoalan persoalan Kekuasaan di Indonesia kini, berhubungan dengan Penerapan Keuangan Negara dan Perekonomian tanpa mendasarkan pada Kemasyarakatan yang Tersebar dalam Kependudukan di Wilayah wilayah Kenegaraan. Kekuasaan dari “Hasil Politik Ekonomisasi”, membutuhkan Masyarakat (syarat untuk membentuk Pemerintahan).           

 

Yaitu, 

 

1.                  Kemerdekaan ;

 

        2.                  Demokrasi ;

                                                  

                              Dimaksudkan untuk mengembalikan Kekuasaan ke Rakyat lagi. Sesuai Hak hak Kerakyatan di Negara. Lalu, mengajukan Program program program untuk Kemakmuran Rakyat.          

 

            3.                  Keseimbangan ;

 

Kekuasaan yang semula akan dibentuk dari Pemahaman Ajaran Kerakyatan, bahwa Rakyat adalah salah satu syarat untuk mendirikan Negara dalam Proses Revolusi – Kemerdekaan, diputar balikkan secara Kelembagaan Negara sehingga menjadi Kekuasaan Bukan Rakyat. Dengan alasan alasan suatu Demokrasi di suatu Negara, yang berkonstitusi (Undang Undang Dasar).

 

Muncullah Figur, yang Berkuasa dengan Kekuasaan Semu. Secara Hukum Buatan untuk Kepentingan kepentingan Politik dalam Sosial – Ekonomisasi Keuangan. Dengan kelompok kelompok Pemilih Struktural Terpusat dari Penguasa ke Penguasa.

 

Penindasan atas Rakyat pun menyeluruh di seluruh Daerah Indonesia.  Pertanian Kerakyatan yang dikelola Masyarakat menjadi Tenaga tenaga Kerja Tani untuk Pemerintahan dan Militerisme. Hasil Pertanian Masyarakat diperjualbelikan dengan Keputusan Politisasi Ekonomik. Dalam Pasar Kapitalis. Masuk dalam mekanisasi Teknologis Permesinan Produksi Fabrikasi. Harga pun Pepadian menjadi pembentuk Keuangan Individualistik.

 

            Ini kah Sosialisme ? Di Indonesia ? Dalam suatu Kenegaraan ? Bagaimana kah Rakyat Tetap namun Keadaan secepat mungkin untuk berubah ??? Menjadi Kenegaraan Sosialisme …. Hanya dengan suatu Revolusi Sosial – Kerakyatan saja.   

Posted by Front PERGERAKAN RAKYAT DAERAH at 19:31:49 | Permalink | Comments (2)

Friday, January 5, 2007

Suntingan : PERJUANGAN KAUM BURUH KOTA (Lenin, 1903)

… menjebloskan mereka ke dalam peemeriksaan … menyatakan pemogaokan pemogokan serta rapat rapat kaum buruh di luar undang undang. Tetapi, kaum buruh terus melakukan perjuangan melawan … Kaum buruh berkata : Cukuplah bagi kami, jutaan rakyat pekerja, untuk membungkukkan punggung kami ! Cukuplah untuk kami bekerja demi keuntungan orang orang kaya, sambil sendiri tetap tinggal sebagai orang orang miskin ………. Kami hendak bersatu … yang baru dan lebih baik ini dinamakan masyarakat sosialis …..
Posted by Front PERGERAKAN RAKYAT DAERAH at 08:12:33 | Permalink | Comments Off